LINIKATA.COM, PATI – Laila Rahmawati tampak bersemangat latihan di kompleks Stadion Joyokusumo. Alat-alat yang terlihat usang dan berkarat di sana-sini seperti tak menyurutkan tekadnya untuk mengasah skill demi meraih prestasi.
Tak hanya peralatan, venue latihan yang berada di bawah tribun Stadion Joyokusumo Pati tersebut juga berdebu. Belum lagi lantainya juga rusak di beberapa titik. Kondisi yang serba terbatas itu rupanya membuat Laila tak mau terus mengeluh. Ia tetap giat latihan nyaris tiap hari dalam seminggu.
Tak hanya fasilitas, Warga Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu itu juga hanya mendapatkan uang pembinaan Rp400 ribu tiap bulan. Menurutnya, dana segitu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan atlet angkat berat.
Baca juga: Stadion Joyokusumo Pati Akan Dibangun Tanpa Lintasan Atletik
Uang pembinaan tersebut juga tergolong turun daripada tahun-tahun sebelumnya. Sebelumnya, dirinya mendapatkan uang pembinaan Rp800 ribu per bulan plus dana suplemen sekitar Rp400 ribu per bulan. Sementara tahun ini tidak ada uang suplemen.
“Kita memang dapat uang pembinaan nominalnya Rp400.000 per bulan. Ini turunnya 50 persen daripada tahun lalu. Uang segitu untuk beli bensin saja kan sudah habis. Belum nutrisi dan lainnya. Padahal cabor kayak gini kan perlu lainnya juga,” ungkap dia, beberapa waktu lalu.
Karena uang pembinaan tak cukup untuk membiayai program latihan, dia terpaksa menggadaikan kalung emasnya untuk persiapan Pra Porprov Jateng 2025. Tak berhenti di sana, dirinya juga terpaksa mengambil uang tabungannya hingga Rp3,5 juta untuk persiapan Pra Porprov Jateng.
”Kemarin tomboknya mendekati Rp 5 juta. Saya gadaikan kalung Rp 1,5 juta. Plus uang tabungan,” ungkapnya.
Laila menilai pengurus cabor sudah berusaha mengusahakan yang terbaik bagi dirinya dan kawan-kawannya. Namun, anggaran yang menurun membuat mereka tak bisa berbuat banyak.
“Saya berharap pemerintah memberikan perhatian yang lebih kepada atlet-atlet cabor angkat berat. Apalagi cabor ini selalu menyumbang emas Porprov Jateng sejak beberapa tahun terakhir,” katanya.
Baca juga: Pati Loloskan 5 Atlet Xiangqi ke Porprov Jateng 2026
Meski berlatih dengan segala keterbatasan itu, nyatanya Laila tetap bisa memberikan prestasi terbaik untuk Bumi Mina Tani. Pada ajang Pra Porprov Jateng 2025 Oktober lalu, dia berhasil meraih emas dalam nomor 69 Kilogram. Prestasi ini membuatnya menatap optimis Porprov Jateng 2025. Mengingat Kabupaten Pati punya tradisi emas.
”Dari 2018 kan medali emas terus. kalau turun kan malu. Dari kemarin gizi dan sebagainya sampai saya gadaikan kalung untuk persiapan pra porprov. Olahraga kayak gini kan jarang disorot. Padahal potensinya besar juga,” tandas dia.
Editor: Ahmad Muhlisin














